Motivator Indonesia
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Sosoknya berbicara seadanya, tapi tidak pernah memberi perhatian yang hanya seadanya. Tutur katanya santun, sekalipun ternyata yang sedang disampaikannya adalah amarah atau kecewa.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Aku selalu bangga berjalan di sebelahnya. Ia selalu menuntun tanganku, menjaga pundakku, dan memastikan bahwa aku tidak kelelahan. Sosok ini jugalah yang selalu mengejutkan aku dengan keindahan-keindahan kecil di sepanjang perjalanan.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Mengantarnya pergi sampai ke pagar dan menunggunya pulang adalah kebiasaan sehari-hari yang membahagiakan. Menunggu teleponnya setiap siang juga membahagiakan. Meski aku selalu tau apa yang akan dikatakannya : memastikan aku dalam keadaan baik, tidak sedih, dan tidak lupa makan.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Sosoknya selalu memberikan keteladanan bahwa harta bukanlah segalanya, karena bahagia justru hadir dari rasa cukup dan kesederhanaan.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Mengganggunya di meja kerja untuk membicarakan kesulitan selalu bermuara pada pemahaman bahwa jalan keluar selalu ada untuk orang-orang yang berdoa dan berusaha.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Sosoknya mengajarkan aku bahwa mencintai berarti menjaga hati, mengidealkan, mendoakan, memberikan dukungan, dan ikhlas melepas kepergian.
Lelaki ini membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali. Sosoknya mengajarkan bahwa mencintainya berarti bahwa siap kehilangannya di dunia, sebab kebersamaan sampai kapan pun memang tak bisa selamanya.
Ayah, semoga kelak Allah izinkan kita kembali bertemu di tempat terindah-Nya.
Motivator Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar